|
Indonesia Luncurkan Roket Terbesar |
|
|
|
|
Melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Indonesia berhasil meluncurkan roket jenis RX 420 di stasiun uji terbang roket LAPAN, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat, Kamis (2/7) pagi. Roket itu merupakan roket terbesar yang pernah dibuat Indonesia. Keunggulan lain, jarak tempuh roket mencapai 100 kilometer dengan muatan 300 kilogram serta memiliki kecepatan empat kali kecepatan suara.
Di kesempatan itu juga digelar uji coba 12 roket berjarak 50 kilometer. Jarak tersebut setara dengan jarak Batam ke Singapura. Menurut Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, tujuan produksi dan pengembangan roket selama ini adalah untuk keperluan kelengkapan persenjataan keamanan negara, pemetaan wilayah, dan mendeteksi hotspot kebakaran hutan.(AIS/YUS)
|
|
|
Pengumuman Kelulusan SMKN 1 Marabahan |
|
|
|
|
Pada hari selasa, 16 Juni 2009 bertempat di aula SMKN 1 Marabahan dilaksanakan pertemuan dengan seluruh orang tua/wali murid kelas III dalam rangka pengumuman kelulusan Ujian Akhir Nasional (UAN) Tahun Pelajaran 2008/2009. Dalam acara ini berkenan pula hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Drs. H. Paujan Husaini M.AP, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, serta sejumlah undangan lainnya. |
|
Selanjutnya...
|
|
Pelatihan Internet Guru SMKN 1 Marabahan |
|
|
|
|
Untuk lebih meningkatkan kemampuan tenaga pendidik di SMKN 1 Marabahan, maka ICT Centre SMKN 1 Marabahan mengadakan pelatihan Internet bagi seluruh guru SMKN 1 Marabahan. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari yakni 08 s/d 10 Juni 2008. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kepala SMKN 1 Marabahan, Thony Arfiansyah, S.Pd MM. Semoga dengan adanya pelatihan ini lebih meningkatkan kemampuan seluruh guru di SMKN 1 Marabahan dalam menguasai Teknologi Informasi dalam kegiatan sehari-hari. |
|
Senin, 20 April 2009 kemaren, siswa-siswi SMK menghadapi Ujian Nasional (UN). Selama lima hari mereka bakal bergelut dengan soal-soal berstandar nasional untuk menentukan kelulusan. Tiap pelaksanaan UN selalu saja bikin cemas. Tidak hanya bagi siswa yang menjalaninya, tapi termasuk juga guru, kepala sekolah dan pihak dinas pendidikan. Masyarakat pun pasti menanti dengan harap-harap cemas hasil UN generasi penerus bangsa ini. Kenapa demikian? Sebab nasib siswa ditentukan hasil ujian selama lima hari itu. Jika hasilnya jelek, sia-sia saja belajar selama tiga tahun. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |