Gagal UN, Siswa SMK Bisa Ikut Ujian Kesetaraan PDF Cetak E-mail
Jakarta, Kominfo Newsroom -- Mulai tahun ajaran 2008/2009, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang gagal di ujian nasional (UN) pada pelajaran teori (April 2009) masih dapat mengikuti ujian kesetaraan yang akan dilaksanakan bulan Juni 2009.

 

''Tapi bagi yang gagal pada pelajaran praktek, siswa itu tidak dapat mengikuti UN Kesetaraan,'' kata Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Depdiknas, di Jakarta, Rabu, (25/3).

 

Menurut Joko, ujian kesetaraan hanya melaksanakan ujian teori, tidak ada ujian praktek, dan Direktorat SMK sudah bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) mengenai ujian kesetaraan ini.

 

Ia menambahkan, untuk periode kedua pada tahun 2009 ini, untuk menanggulangi kekurangan guru di SMK, sebanyak 700 mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia akan dikirim untuk mengajar di sepuluh provinsi di Indonesia.

 

''Mereka diberi pembekalan selama satu pekan sebelum mengajar,'' katanya.

 

Para mahasiswa tersebut akan mengajar selama enam bulan di sekolah yang telah ditunjuk oleh Depdiknas. Mahasiswa yang mengajar akan mendapatkan honor sesuai dengan keadaan wilayahnya/propinsi dengan honor minimal Rp800 ribu hingga Rp1,3 juta per bulannya.

 

''Untuk periode pertama sebanyak 700 mahasiswa yang mengajar di SMK, saat ini masih sekitar 200 mahasisiwa dari UGM dan UNJ yang masih mengajar,'' kata Joko.

 

Sementara itu Thamrin dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sebagai Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) mengatakan, untuk periode kedua ini mengirimkan 87 mahasiswa untuk mengajar di SMK.

 

Mereka mengajar di Papua, Maluku Utara, Gorontalo dan Jawa Tengah.

 

Pada periode pertama mahasiswa yang mengajar di Maluku Utara sebanyak 11 orang langsung ditawarkan untuk bekerja di Maluku Utara untuk diangkat menjadi PNS, tapi hingga saat ini baru dua orang saja yang baru memberikan informasi untuk menjadi guru di Maluku Utara.

 

''Sedangkan mahasiswa yang mengajar di Gorontalo, enam mahasiswa diangkat menjadi PNS,'' kata Thamrin.

 

Disebutkan bahwa syarat bagi mahasiswa UNS yang akan mengajar di SMK, mereka harus sudah lulus 120 SKS, IP tinggi dan telah lulus metodologi mengajar serta bisa membuat kurikulum dan membuat modul.

 

Sementara itu Heri Sumual dari Universitas Negeri Manado (UNIMA) selaku Sekretaris Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) mengatakan, untuk periode ini, Unima mengirimkan 75 mahasiswa untuk mengajar di SMK dan akan ditempatkan di enam provinsi di wilayah Indonesia bagian timur.

 

''Syarat mahasiswa yang akan mengajar di SMK di Unima adalah mahasisswa yang telah lulus 110 SKS,'' katanya.

 

Sementara itu Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat UNJ, Adi Saputra mengatakan, untuk tahap kedua ini UNJ mengirimkan 72 mahasiswa untuk mengajar di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

 

''Bagi mahasiswa yang akan mengajar di SMK mereka harus lulus 120 SKS,'' katanya. (T.Ad/ysoel)

Comments
Search
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."